Mranggen, Demak — Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Ngemplak, Mranggen, Demak menggelar kegiatan motivasi bagi siswa-siswi kelas X, XI, dan XII. Kegiatan tersebut menghadirkan Pak Mustahar sebagai narasumber dengan materi yang menekankan pentingnya semangat belajar, keberanian menghadapi kegagalan, serta upaya memperbaiki dan mengembangkan diri.
Beliau menyampaikan rasa hormat Kepada Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Ulum Ngemplak, Romo Yai Muhyiddin Irsyad, Kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Ngemplak, Gus Ainul Ghuri, dewan guru, serta seluruh siswa kelas X, XI, dan XII.
Dalam penyampaian materinya, Pak Mustahar mengawali dengan mengajak para siswa untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan Islam. Selanjutnya, ia menyampaikan motivasi dengan mengaitkan konsep dalam bidang Informatika dengan kehidupan sehari-hari.
Ia memperkenalkan konsep Input – Process – Output (IPO) sebagai sebuah analogi dalam membangun kehidupan yang positif. Menurutnya, apa yang seseorang masukkan ke dalam pikiran akan berpengaruh terhadap cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.
“Apa yang kita masukkan ke dalam pikiran akan memengaruhi hasil kehidupan kita. Kalau kita memasukkan ilmu, semangat, doa, dan hal-hal positif, insyaallah hasilnya juga positif,” ungkap Pak Mustahar.
Ia juga mengajak para siswa untuk tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berusaha. Untuk memperkuat pesannya, Pak Mustahar menggunakan istilah error dan debugging dalam dunia komputer sebagai perumpamaan dalam menghadapi kesalahan dan kegagalan.
“Kalau program error, programmer atau teknisi tidak langsung menyerah. Mereka melakukan debugging dan memperbaiki, mencari kesalahan, dan kerusakan untuk di perbaikinya, lalu mencoba lagi dan lagi sampai sukses atau bisa berjalan,” jelasnya.
Menurut Pak Mustahar, prinsip tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan. Kegagalan dalam ujian, perlombaan, maupun kesalahan yang pernah dilakukan bukanlah akhir dari perjalanan seseorang. Justru, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki diri.
“Gagal dalam suatu hal atau keinginan, pernah salah, atau pernah jatuh bukan berarti kita gagal selamanya. Itu hanya ‘error’ yang harus kita perbaiki,” pesannya.
Selain membahas kegagalan, Pak Mustahar juga menekankan pentingnya melakukan upgrade terhadap kemampuan diri. Sebagaimana teknologi yang terus berkembang dan mengalami pembaruan, seluruh siswa siswi juga harus senantiasa meningkatkan, mengupgrade baik hard skiil maupun soft skiil yaitu kemampuan ketrampilan dan kepribadian dan kapasitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Para siswa didorong untuk membiasakan diri membaca, belajar, berlatih, menambah pengalaman, serta memperbaiki akhlak. Menurutnya, keberhasilan di masa depan tidak diperoleh secara instan, tetapi membutuhkan proses, kerja keras, doa, dan kemauan untuk terus belajar.
“Masa depan adalah milik kalian yang mau terus berusaha, belajar, dan berdoa,” tegasnya.
Pada bagian akhir, Pak Mustahar menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh siswa, yaitu jangan takut gagal, jangan berhenti belajar, dan selalu perbaiki diri.
Beliau juga menyampaikan bahwa kunci kesuksesan adalah sunguh-sungguh, serius atau tenanan dalam bahasa jawanya sebagaimana “Man jadda wa jadda” barang siapa bersungguh-sungguh maka akan mencapai hasil yang bagus. Selanjutnya disampaikan bahwa keseriusan ini harus di dasari dengan ilmu, sebagaimana “Man aradda dunya fa alaihi bil ilmu” barang siapa menghendaki dunia maka dengan ilmu, “Waman ardal akhirah fa alihi bil ilmi” dan barang siapa menghendaki akhirat maka harus dengan ilmu, “Waman aradahuma fa ailihi bil ilmi” dan barang siapa menghendaki keduanya maka harus dengan ilmu. ungkapnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk menerapkan prinsip “Take Action, Miracle Happen”, bahwa sebuah perubahan dan keberhasilan harus diawali dengan tindakan nyata. Kegagalan tidak seharusnya dipandang sebagai akhir, melainkan sebagai bagian dari proses menuju keberhasilan dan pembelajaran.
Kegiatan motivasi tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi siswa MA Miftahul Ulum Ngemplak agar memiliki semangat belajar yang lebih tinggi, tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan, serta mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlakul karimah.
Dengan semangat terus belajar, terus berusaha, dan terus memperbaiki diri, para siswa diharapkan mampu meraih cita-cita sekaligus memberikan kontribusi positif bagi madrasah, masyarakat, agama, dan bangsa.
Ngemplak, 31 Agustus 2026