Ngemplak – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025, keluarga besar MA Miftahul Ulum Ngemplak menggelar kegiatan penuh makna yang dilaksanakan di halaman madrasah. Kegiatan ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin secara khidmat dan diikuti oleh Kepala Madrasah, dewan guru, serta seluruh siswa. Doa tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.
Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan penampilan siswa dari setiap kelas yang memerankan tokoh-tokoh pahlawan nasional. Kegiatan ini menjadi ajang edukatif dan inspiratif bagi para siswa untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan.
Berikut daftar pemeran dan peran tokoh pahlawan dari masing-masing kelas:
Kelas 10A
Farid Hidayat tampil gagah memerankan Ir. Soekarno, dengan pidato berapi-api yang membangkitkan semangat nasionalisme.
Dewi Apriliani dengan anggun berperan sebagai Ibu Fatmawati, menggambarkan sosok ibu bangsa yang lembut namun tegas dalam perjuangan.
Kelas 10B
Ahmad Andika Saputra menghadirkan kharisma Pangeran Diponegoro, menampilkan keteguhan dalam mempertahankan tanah air.
Putri Sekar Wangi memukau dengan perannya sebagai Nyi Ageng Serang, pahlawan perempuan tangguh dari tanah Jawa.
Kelas 11A
Muhammad Angga Firmansyah memerankan Ki Hajar Dewantara dengan gaya bijak penuh inspirasi, menyerukan pentingnya pendidikan bagi bangsa.
Nihayatur Rifati kembali menghadirkan sosok Fatmawati, simbol kasih sayang dan patriotisme seorang wanita Indonesia.
Kelas 11B
Alisa Putri Aulia berperan sebagai Cut Nyak Dien, dengan semangat juang yang membara dari tanah Aceh.
Rojwa Azizatus Syarifah tampil mempesona sebagai Marta Christina Tiahahu, melambangkan keberanian perempuan muda dalam perjuangan.
Kelas 11C
Syafira Kusuma Khoirunnisa menampilkan pesona intelektual R.A. Kartini, dengan pesan kuat tentang emansipasi wanita.
Fika Nurul Aini kembali menghadirkan Cut Nyak Dien, menggambarkan keteguhan seorang ibu bangsa yang tak kenal lelah melawan penjajah.
Kelas 12A
Muhammad Nawaf Mubarok tampil tegas sebagai Tan Malaka, tokoh pejuang intelektual yang penuh semangat revolusioner.
Muhammad Mujibus Salam berperan sebagai KH. Hasyim Asy’ari, sosok ulama pejuang pendiri Nahdlatul Ulama yang berwibawa dan berilmu tinggi.
Kelas 12B
Rido menghidupkan kembali sosok Kapten Pattimura, pahlawan pemberani dari Maluku yang pantang menyerah.
Chusniatul Khasanah dengan penuh semangat berperan sebagai Christina Martha Tiahahu, gadis pejuang yang rela berkorban demi kemerdekaan.
Kelas 12C
Alifia Muhammad memerankan Teuku Umar, panglima perang Aceh yang gagah dan berstrategi tajam.
Devi Novitasari menutup penampilan dengan memukau dalam peran Cut Nyak Dien, melambangkan keteguhan hati dan cinta tanah air.
Kegiatan ini dinilai oleh dewan juri yang kompeten, yaitu Bapak Shofhal Jamil, M.Pd dan Drs. H. Taukhid, M.Pd, yang menilai berdasarkan penghayatan peran, penampilan kostum, dan kemampuan komunikasi masing-masing peserta.
Sementara itu, Bapak Mustahar, S.Kom bertugas sebagai jurnalis kegiatan, mendokumentasikan setiap momen berharga selama acara berlangsung.
Kepala Madrasah, Bapak Ainul Ghuri, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan antusiasme para siswa. “Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bahwa semangat juang para pahlawan tidak hanya dikenang, tetapi juga harus kita lanjutkan dalam bentuk semangat belajar, disiplin, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Suasana acara berlangsung meriah namun penuh khidmat. Para siswa tampak antusias mengenakan busana tokoh pahlawan yang mereka perankan, menciptakan nuansa sejarah hidup di halaman madrasah.
Kegiatan peringatan Hari Pahlawan di MA Miftahul Ulum Ngemplak tahun ini menjadi momentum berharga untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan karakter kepahlawanan di kalangan generasi muda, agar semangat perjuangan para pendahulu terus menginspirasi langkah mereka menuju masa depan yang lebih baik.